238 WNI Dari Wuhan Tidak Dites Karena Mahal?

  • Whatsapp
238 WNI Dari Wuhan Tidak Dites Karena Mahal?

Hasil gambar untuk lab

Di topik yang sama, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Prof. dr. Amin Soebandrio, PhD, SpMK(K), menjelaskan bahwa isu tersebut merupakan isu yang sudah lama ada, dan sudah diklarifikasi oleh Kementerian Kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Saya kira itu wartawan salah quote,” ucap dia.

Karena secara klinisnya mereka tidak ada gejala, 238 WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China itu tidak diperiksa laboratorium. Hal ini beralasan syarat utama pemeriksaan laboratorium waktu itu (sebelum kasus Diamond Princess) adalah jika mereka menjadi suspek.

Suspek adalah orang yang sempat berkontak dengan pasien positif Covid-19 dan menunjukkan gejala-gejala penyakitnya, seperti batuk, pilek, panas tinggi melebihi 38,5 derajat celsius, sesak napas dan nyeri lainnya.

Sebenarnya jika ada WNI yang memiliki gejala, maka mereka sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari Wuhan.

Lalu yang terjadi di Natuna yang diisolasi dan diobservasi adalah jika terlihat gejala, baru akan diambil sampelnya untuk diperiksakan di laboratorium.

Kriteria tersebut diterapkan sesuai dengan prosedur yang telah diberikan oleh WHO.

“Soal mahal sih memang pemeriksaannya mahal, (tapi) saya rasa menggandengkan dua statement itu jadi interpretasinya salah,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *