2 Perbedaan Pernikahan Adat Sunda Dengan Adat Jawa

  • Whatsapp
2 Perbedaan Pernikahan Adat Sunda Dengan Adat Jawa
2 Perbedaan Pernikahan Adat Sunda Dengan Adat Jawa

Garisatu.com – Bingung dengan perbedaan pernikahan adat jawa dan adat sunda? Indonesia memang termasuk negeri yang kaya akan keindahan alam dan suku adat serta budayanya. Bahkan terdapat begitu banyak budaya dan bahasa mulai dari Sabang sampai Merauke. Keberagaman inilah yang membuat Indonesia menjadi negeri yang menarik.

Dan juga dari keberagaman budaya ini membuat ada tradisi tradisi yang dipercaya oleh masing masing suku. Seperti misalnya hal yang paling umum kita jumpai ialah tradisi dalam pernikahan.

Bacaan Lainnya

Karena begitu banyak suku yang ada, kita akan membahas tentang adat pernikahan Jawa dan Sunda. Sebab baik dalam adat Jawa maupun adat Sunda terdapat prosesi ‘siraman’ menjelang pernikahan.

2 Perbedaan Pernikahan Adat Sunda Dengan Adat Jawa

Upacara atau prosesi siraman saat pernikahan ini berasal dari kata dasar siram (Jawa) yang memiliki arti mandi. Sedangkan maknanya sendiri ialah memandikan calon pengantin dengan tujuan supaya calon pengantin kembali bersih dan suci saat pernikahan. Berikut ini fakta antara prosesi penyiraman pada adat Jawa dan adat Sunda.

1.         Siraman adat Jawa

2 Perbedaan Pernikahan Adat Sunda Dengan Adat Jawa

Upacara siraman ini berlaku bagi pengantin pria dan wanita dan akan dilaksanakan dirumah masing masing. Setelah menyiapkan segala perlengkapan untuk upacara siraman, waktunya untuk menaburkan bunga setaman ke dalam bak yang berisi air dingin atau air hangat.

Kemudian dilanjutkan dengan memasukkan dua butir kelapa yang masih ada sabutnya diikat menjadi satu dan masukkan ke dalam air.

Calon pengantin yang sudah mengenakan busana siraman lengkap kemudian dijemput dan dibimbing oleh orang tua untuk menuju ke tempat penyiraman.

Dan dibelakang mereka  ada pengiring yang membawakan baki berisi seperangkat kain yang terdiri dari sehelai kain motif grompol, sehelai kain motif nagasari, handuk dan pedupan.

Didalam adat Jawa, prosesi siraman akan diawali dengan doa sesuai kepercayaan masing masing kemudian dilanjutkan dengan sungkeman kepada orang tua calon pengantin.

Ketika sungkeman, calon pengantin sekaligus meminta ijin untuk menikah dengan orang yang telah ia pilih sebagai pasangan hidupnya. Biasanya dalam moment moment ini suasana haru akan sangat dirasakan.

Setelah sungkeman, kemudian masuk ke tahap siraman dimana calon pengantin akan disiram dengan air yang diambil dari tujuh sumber dan sudah ditaburi dengan kembang setaman.

2 Perbedaan Pernikahan Adat Sunda Dengan Adat Jawa

Dan anggota yang menyiram diwajibkan untuk berjumlah ganjil, dimulai dari ayah, ibu, dan beberapa orang yang dituakan dan diakhiri dengan juru rias.

Setelah badan dikira bersih, air tersebut juga digunakan untuk berkumur, membersihkan wajah, telinga, leher, kaki dan tangan masing-masing 3x. Jangan lupa diikuti juga dengan doa oleh calon pengantin.

Akhir dari acara siraman ini adalah ketika juru rias mengucapkan kalimat sudah berakhir masa remajanya sambil memecahkan kendi di depan calon pengantin yang disaksikan kedua orang tua dan kerabat lainnya.

Prosesi siraman tidak sampai disana saja, setelahnya, calon pengantin akan digendong oleh sang ayah menuju kamar pengantin untuk melakukan prosesi ngerik.

Disini, juru rias akan membersihkan rambut rambut halus pada calon pengantin.

2 Perbedaan Pernikahan Adat Sunda Dengan Adat Jawa

2.         Siraman adat Sunda

Siraman adat Sunda berbeda dengan adat Jawa. Dalam adat Sunda, siraman memiliki tahap pertama mulai dari gengcangkeun aisan dengan ritual sang ibu akan melepaskan gendongan menuju tempat siraman ditemani oleh sang ayah yang mendampingi dengan membawa lilin.

Makna dari tahap ini adalah kedua orang tua akan segera mengakhiri tanggung jawab mereka dan akan digantikan oleh calon suami nantinya.

Tahap selanjutnya kemudian dipangkon. Disini, calon pengantin akan dipangku oleh kedua orang tuanya lalu calon pengantin akan membasuh kaki kedua orang tua (ngaras).

2 Perbedaan Pernikahan Adat Sunda Dengan Adat Jawa

Kemudian calon pengantin akan disemprot dengan minyak wangi supaya bisa selalu mengharumkan nama keluarga.

Dan calon pengantin akan melewati tujuh lembar kain yang menyiratkan permohonan untuk selalu sabar, sehat, bertaqwa, tabah, beriman, dan istiqamah.

Hingga akhirnya sampai pada tahap penyiraman. Pada tahap ini, sama sperti adat Jawa, dimana calon pengantin akan disiram dengan air yang sudah ditaburi dengan kembang setaman.

Itu dia pebedaan antara prosesi siraman adat Jawa dengan adat Sunda, budaya Indonesia ini memang sangat menarik untuk dipelajari mengingat ada begitu banyak suku dan adat yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *