171 Pelajar Diamankan Polisi Saat Demo 20 Oktober 2020

  • Whatsapp
171 Pelajar Diamankan Polisi Saat Demo 20 Oktober 2020
171 Pelajar Diamankan Polisi Saat Demo 20 Oktober 2020

Garisatu.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pengawasan langsung di lapangan terkait aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Ciptaker yang diselenggarakan pada hari Selasa 20 Oktober kemarin.

171 Pelajar Diamankan Polisi Saat Demo 20 Oktober 2020

Bersama dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mabes Polri, KPAI menemukan adanya ratusan atau sebanyak 171 pelajar yang diamankan polisi dalam aksi demo tersebut.

Bacaan Lainnya

171 Pelajar Diamankan Polisi Saat Demo 20 Oktober 2020

171 Pelajar Diamankan Polisi Saat Demo 20 Oktober 2020

“Hasil koordinasi dengan Ibu Kompol Ema Rahmawati Kanit PPA Mabes Polri menyampaikan via media sosial WhatsApp, sebanyak 171 pelajar diamankan oleh Polda Metro Jaya. Dan anak-anak sedang menjalani proses pendataan yang akan di update hasilnya nanti,” kata Komisioner KPAI, Jasra Putra, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 21 Oktober 2020. 

KPAI meminta polisi untuk melakukan proses hukum terhadap 171 anak-anak yang diamankan itu sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, termasuk saat proses identifikasi dan pendataan para pelajar agar orang tua mereka diberitahu lebih dulu.

171 Pelajar Diamankan Polisi Saat Demo 20 Oktober 2020

“Anak-anak yang diamankan harus segera dilakukan pemberitahuan kepada orang tua anak. Atau orang tua yang merasa kehilangan anaknya dan belum pulang ke rumah, diduga mengikuti aksi demonstrasi kemarin diminta mendatangi Polda Metro Jaya untuk mencari informasi kemungkinan anak diamankan saat aksi di Jakarta,” jelas Jasra.

Jasra menyayangkan kebanyakan anak-anak atau pelajar yang terlibat dalam aksi demo mendapat ajakan melalui media sosial tanpa tahu tujuan sebenarnya mengikuti demo. Hal ini ditemukan juga saat demo menolak Omnibus Law pada 8 dan 13 Oktober lalu. 

171 Pelajar Diamankan Polisi Saat Demo 20 Oktober 2020

“Kita sangat menyayangkan masih banyak anak-anak yang terlibat dalam aksi tersebut. Kendati pun sudah ada upaya-upaya pencegahan yang sudah dilakukan oleh pihak keamanan, orang tua, guru dan masyarakat,” tutup Jasra.

Diketahui aksi unjuk rasa pada 20 Oktober lalu dihadiri sedikitnya 2.150 demonstran, sebagian besar merupakan elemen buruh sedangkan sisanya merupakan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). 

171 Pelajar Diamankan Polisi Saat Demo 20 Oktober 2020

Selain menuntut agar UU Ciptaker itu dicabut, demonstrasi kemarin juga sekaligus sebagai momen peringatan setahun pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Untungnya demo yang berlangsung di kawasan Medan Merdeka Barat, depan Patung Kuda Arjuna Wijaya ini berakhir dengan tertib, aparat keamanan dari polisi dan TNI mampu meminta massa yang didominasi mahasiswa untuk pulang kembali selepas pukul 18.00 WIB, berbeda dengan demo sebelumnya pada 8 Oktober 2020 yang berujung ricuh. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *