#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan

  • Whatsapp
#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan
#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan

Garisatu.com – Mengonsumsi segelas teh setelah makan mungkin menjadi kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun oleh kebanyakan orang. Jika kita perhatikan di setiap rumah makan, penyajian teh sebagai minuman pendamping makanan merupakan hal yang umum dijumpai.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan minum teh setelah makan memiliki manfaat bagi kesehatan, khususnya untuk pencernaan. Namun, beberapa studi lain justru menunjukkan hasil yang sebaliknya.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, kandungan kafein didalam teh justru bisa menghambat penjyerapan beberapa zat nutrisi di dalam saluran pencernaan.

Sebenarnya kandungan di dalam teh apa saja yang bisa mempengaruhi system pencernaan? Berikut penjelasannya.

#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan

Di dalam teh terkandung berbagai komponen dan senyawa kimia, baik yang bermanfaat maupun yang bisa berdampak negative bagi kesehatan.

Beberapa kandungan diantaranya seperti:

–           Polifenol

#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan

Polifenol merupakan zat dengan kandungan terbanyak didalam teh, bahkan hingga 40% dari total berat kering dari daun teh.

Polifenol dikenal juga sebagai tannin, merupakan zat yang menyebabkan rasa kering didalam mulut setelah mengonsumsi teh. Dalam satu cangkir teh bisa mengandung 240 mg polifenol.

–           Kafein

#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan

Karfein merupakan zat didalam teh yang memiliki sifat stimulan. Dalam secangkir teh, terkandung kafein sebanyak 20-70 mg. Sebagai perbandingannya, dalam satu cangkir kopi bisa mengandung 14-155 mg kafein.

–           Theanine

#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan

Theanine merupakan zat asam amino yang juga bersifat stimulan. Kombinasi antara theanine dan kafein ini memberikan efek stimulan sekaligus menenangkan yang menjadi khas dari teh.

–           Aroma teh

Salah satu yang menjadi aspek khas dari teh ialah aromanya yang kaya dan beragam. Ini menjadi salah satu kelebihan dari teh itu sendiri dan menjadi favorit banyak orang.

#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan

Ada lebih dari 700 komponen penyusun aroma didalam teh yang masing masing terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit.

Bahkan, satu jenis daun teh yang sama bisa memberikan aroma yang berbeda hanya akibat perbedaan waktu penyeduhan atau usia daun ketika dipetik.

Tentunya, banyaknya variasi jenis daun teh semakin memperkaya ragam aroma ini.

Sebagian orang minum teh sehabis makan untuk meredakan rasa kembung. Fungsi ini memang benar adanya, namun perlu diingat bahwa tidak semua jenis teh bisa dikonsumsi setelah kamu makan.

#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan

Beberapa jenis teh seperti teh hijau dan teh jahe merupakan jenis teh yang bisa dikonsumsi setelah makan. Sebab teh ini sangat bermanfaat bagi saluran cerna karena di dalamnya terkandung berbagai macam jenis antioksidan yang berperan sebagai anti peradangan.

Teh disebut bisa bermanfaat bagi saluran pencernaan karena bisa mendorong produksi air liur, cairan empedu, dan cairan lambung untuk pencernaan yang lebih baik.

Namun beberapa studi lain menunjukkan bahwa komponen phenolic didalam teh bisa menghambat penyerapan zat besi dalam usus.

Itulah sebabnya mengapa mereka yang biasa mengonsumsi teh segera sehabis makan, harus mengonsumsi banyak makanan yang kaya akan zat besi dan vitamin C.

#1 Jangan Minum Teh Setelah Makan, Tidak Disarankan

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi teh setelah makan juga kurang baik apabila orang tersebut menderita anemia defisiensi besi.

Karena kandungan tanin didalam teh bisa menghambat penyerapan zat besi dalam usus. Seperti yang diketahui, kekurangan zat besi bisa menjadi penyebab beberapa masalah kesehatan seperti mudah lelah, selalu merasa letih, kadang sulit bernafas, terlihat pucat, mudah sakit, dan jantung berdebar tidak beraturan.

Agar teh tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan, pilihlah waktu terbaik untuk mengonsumsinya. Salah satu waktu terbaik untuk minum teh adalah di pagi hari. Minum teh di pagi hari dapat mendukung konsentrasi dan energi karena stimulasi kafein.

Selain pagi hari, sesaat sebelum olahraga juga disinyalir sebagai waktu terbaik untuk minum teh. Sebuah studi yang meneliti 12 pria menemukan bahwa mengonsumsi ekstrak teh hijau sebelum olahraga meningkatkan pembakaran lemak hingga 17 persen dibandingkan dengan plasebo.

Apabila Anda tetap bersikeras untuk minum teh setelah makan, maka Anda lebih baik memilih jenis teh hijau atau teh jahe.

Akan tetapi, bagi orang-orang yang mempunyai penyakit anemia akibat kekurangan zat besi, sebaiknya kebiasaan minum teh setelah makan dihindari agar penyakit anemia yang dialami tidak semakin berat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *