1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan

  • Whatsapp
1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan
1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan

Garisatu.com – Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 1.996 warga negara asing (WNA) yang tinggal di provinsi Sulawesi Selatan per 29 Oktober 2020. 

Sebanyak 1.672 orang merupakan imigran ilegal atau pencari suaka politik dan sebanyak 324 orang lainnya adalah WNA yang tinggal sesuai persyaratan undang-undang, seperti yang dijelaskan oleh Kepala Divisi Keimigrasian, Kanwil Kemenkumham Sulsel Dodi Karnida. 

Bacaan Lainnya

1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan

Dijelaskan, imigran ilegal atau pencari suaka politik yang menetap di Indonesia khususnya di provinsi Sulawesi Selatan tersebut masuk melalui Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Makassar dan akomodasi atau biaya hidupnya ditanggung sepenuhnya oleh Badan Migrasi PBB itu. 

1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan

Dodi juga menjelaskan, sebanyak 1.672 imigran ilegal tersebut menetap di 22 rumah tinggal atau community house di Kota Makassar.

1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan

Sementara bagi WNA Pemegang Izin Tinggal yang tercatat sebanyak 324 orang itu merupakan pemegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK maksimal 180 hari sebanyak 62 orang, Izin Tinggal Terbatas (ITAS) maksimal 2 tahun (245 orang) dan pemegang Izin Tinggal Tetap (ITAP/WNA Penduduk Tetap) sebanyak 17 orang. Data WNA pemegang izin tinggal ini adalah merupakan data WNA yang pernah mengajukan izin tinggal atau memperpanjang di masing-masing kanim.

1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan

“Ini artinya data sebanyak 324 WNA itu tidak termasuk WNA yang baru datang atau tinggal di Sulawesi Selatan untuk sementara sehingga belum melakukan permohonan perpanjangan/mutasi izin tinggal di kantor imigasi Sulawesi Selatan,” terangnya.

Dari 324 WNA itu terbagi ke beberapa wilayah. Mereka yang berada di wilayah kerja Kanim Makassar sebanyak 185 orang, Kanim Parepare sebanyak 74 orang dan Kanim Palopo sebanyak 65 orang. 

1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan

“Data tersebut bersumber dari ‘Tagarasing’ yaitu data warga negara asing yang bersumber dari Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM) pada Kantor Imigrasi (Kanim) Makassar, Parepare dan Palopo serta Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) yang berada di daerah Gowa,” katanya.

Data pengungsi bersumber dari Rudenim, yang berwenang melakukan pengawasan dan pendataan pengungsi sesuai dengan Peraturan Presiden No.125/2016 tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri. Namun, data pengungsi ini tidak termasuk data pengungsi mandiri atau migran ilegal yang memiliki surat keterangan sebagai pengungsi dari UNHCR tetapi biaya kehidupannya tidak ditanggung IOM melainkan ditanggung sendiri.

1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan

Terkait dengan keberadaan pengungsi ini, Dodi menyatakan bahwa selama mereka masih memiliki Kartu Pengungsi dari UNHCR yang sah dan masih berlaku, sesuai dengan  hukum internasional, negara manapun tidak boleh mengembalikan mereka ke negaranya karena mereka biasanya merupakan orang-orang yang melarikan diri dari negaranya sehubungan dengan terancam jiwa atau kehidupannya.

1.672 Imigran Ilegal Tercatat Di Sulawesi Selatan

“Mereka dapat dikeluarkan dari wilayah Indonesia ketika ada negara ketiga yang mau menampungnya sebagai pengungsi atau ketika mereka ingin pulang ke negaranya secara sukarela (voluntary return),” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *